Senin, 21 November 2016

AKU TAK PERNAH MENYESAL

AKU TAK PERNAH MENYESAL

Pernah bahagia kita merekah indah tanpa sedikitpun rasa gelisah. Saat lantunan rindu adalah alasan setiap pertemuan. Saat mencintaimu bukan hanya sekedar lamunan.

Aku tak pernah menyesal akan keputusanmu memilihnya. Yang aku sesalkan, tiada seditikpun kesempatan bagiku untuk membuatmu bahagia. Kesalahanku, menjadikanmu alasan segala rindu.

Waktupun mengurai tetesan hujan menjadi bulir-bulir  kenangan. Ia menelusuk tanpa permisi menuju nurani. Bukan perih yang aku ratapi, tapi pengertian yang tak pernah kau beri.

Sadarlah, aku telah mencintaimu dengan terengah-engah. Mencibir oksigen dengan menjadikanmu satu-satunya udara yang boleh mengisi setiap rongga. Menghempas darah dengan namamu yang mengalir membuat jantungku tetap berirama.

Padamu aku jatuh hati. Kesalahanku, tak pernah mencintai selain kamu. Tingkat sepi paling mengerikan adalah sepi dalam keramaian.

Bagaimana mungkin aku menjauh jika hanya padamu keangkuhanku meluluh? Bagaimana mungkin aku pergi jika bayanganmu masih saja menghiasi mimpi? Bagaimana mungkin aku berpindah jika hanya padamu hatiku bersinggah?

Kesalahanku, isi doaku tak pernah selain namamu. Cinta tak selamanya tentang kepemilikan. Tapi cinta adalah tentang keikhlasan.

Terimakasih untuk segala rasa. Kesalahanku adalah tak pernah merasa, bahwa untukku kau tak pernah punya cinta.

By "RA" 21/11/2016
Baca selengkapnya

Sabtu, 19 November 2016

CINTA ADALAH TENTANG KEIKHLASAN

Akhirnya aku belajar melepasmu, bukan karena aku tidak lagi mencintaimu. Bukan juga karena sayangku sudah habis di dalam hati. Namun, aku sadar, mencintaimu sendirian bukanlah cinta yang wajar. Aku dibunuh debar-debar dada dan kecemasan akan kenangan berselimut luka. Itulah mengapa aku belajar melepasmu. Sebab, aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang, jika kau tidak kunjung datang, barangkali kau memang ditakdirkan sebatas kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenangan.

CINTA ADALAH TENTANG KEIKHLASAN

Kau pun mengerti, bertahun-tahun aku bertahan. Aku menjadi separuh waras. Kau tahu namun seperti setengah hati memperjuangkanku. Kau tidak mampu bertahan seperti aku memperjuangkanmu. Tapi sudahlah, aku tidak akan menyalahkanmu. Aku tidak akan menyesalkan apa pun atas perlakuanmu. Aku paham, aku yang teramat cinta kepadamu. Perasaan ini yang terlalu sulit kupatahkan, meski hatiku sudah dikalahkan. Kau tetaplah seseorang yang kucintai dengan sangat. Seseorang yang pernah mengalirkan air mata hangat. Kau tetaplah cintaku. Kesungguhan atas hidup yang kurindu, meski terasa pilu saat mengingatmu.

Kekasih pujaan hatiku, separuh jiwaku masihlah mengendap di sisa pelukmu. Di sisa kecupan lembut yang pelan-pelan menghabisiku. Kau tetaplah menjadi seseorang yang kukenal kuat. Jangan menyerah menghadapi hidup. Kini kubiarkan kau berjalan menjauh. Namun, aku tak pernah benar-benar melepaskan jiwamu yang mengikat jiwaku. Kau tak pernah benar-benar bisa kuhapuskan dari ingatanku. Hanya saja, aku paham, aku memang harus belajar bahagia lagi. Aku harus mampu menenangkan kecemasanku. Aku harus mampu belajar bahwa kenyataan kini sedang memporakporandakan pertahanan yang kubangun untuk mencintaimu.

Aku tetaplah lelaki biasa yang jatuh cinta kepadamu. Biarlah aku menjadi abu, kau tetaplah menjadi api, berkali-kali membakar rinduku. Sekarat namun tak pernah mati. Pergilah jika itu pilihan yang baik menurutmu, meski pada saat yang sama kau menghadapkan kenyataan pahit untuk hidupku. Aku memang harus mengerti. Terkadang semua rencana yang sudah kususun rapi, bisa saja dihancurkan oleh seseorang yang kucintai sepenuh hati. Tidak usah ragu membunuh rinduku. Jika memang kau adalah cinta terbaik, kau akan segera berbalik pada ketabahan tubuhku. Cinta yang tak akan pernah kau temukan pada seseorang  yang lain. Kekasih yang tak akan pernah membencimu meski dipaksa melepaskanmu.

By "RA" 19/11/2016
Baca selengkapnya

Selasa, 15 November 2016

MENCINTAIMU ADALAH SEBUAH KESALAHAN

Aku tahu bahwa mencintaimu adalah sebuah kesalahan. Kesalahan yang selalu aku syukuri karena ada untuk aku lalui. Walau mungkin kamu tidak lagi peduli, tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku selalu mengingatmu dengan cara yang baik. Aku, selalu mengingat bahwa kamu adalah seseorang yang pernah membantuku melewati hari-hari yang paling berat walau setelahnya kamu pun meninggalkanku dengan sejuta kenangan yang begitu berat untuk aku lupakan. Aku menangis. Aku banyak sekali menangis. Hingga aku bahkan sempat begitu membenci diriku sendiri karena pernah mencintaimu. Aku juga sempat membencimu, karena kamu begitu sulit untuk dilupakan. Aku membencimu, karena selalu saja berhasil membuatku ingin memutar waktu kembali. Hal-hal yang tidak mungkin -- kamu membuatku mengharapkannya. Harapan yang paling pedih untuk ada.

MENCINTAIMU ADALAH SEBUAH KESALAHAN

Saat kepergian baru saja terjadi, aku begitu sulit untuk melihat apa sesungguhnya hal yang sudah Tuhan persiapkan untukku. Karena mataku masih dipenuhi genangan akan rasa kehilangan. Karena lenganku belum menemukan genggaman lain yang bisa membuat langkah ini menjadi seimbang kembali. Saat aku memutuskan untuk mencintai seseorang, aku pun menyerahkan sebagian kekuatanku untuk dia miliki. Dan saat dia harus pergi, maka tentu saja aku selalu perlu waktu untuk mengembalikan lagi kekuatan itu. Aku perlu lebih berani untuk membiarkan hidup berproses sesuai dengan porosnya. Saat aku terluka, maka aku pun harus bersedia menghampiri kesembuhan. Dan, tidak ada yang bisa mengalahkan waktu dalam menyembuhkan sesuatu.

Aku pernah begitu menginginkamu untuk kembali. Walau aku tahu kamu tidaklah sebaik itu untuk aku cintai kembali. Namun, aku pernah begitu menginginkanmu, hingga kehilangan ingin untuk yang lain. Setiap kali aku mencoba untuk memberi kesempatan segenggam tangan untuk mengajakku berjalan ke arah yang lain, ingatan tentangmu selalu berhasil  menarikku kembali. Sebelumnya aku tidak pernah tahu bahwa cinta mudahnya membuatku menjadi lemah. Aku tak tahu bahwa cinta bisa membuatku begitu sulit untuk mencintai diriku sendiri. Hingga aku tak tahu mana pilihan terbaik yang sebenarnya bisa selalu aku pilih.

Aku tahu, bahwa mencintaimu adalah sebuah kesalahan. Dan aku pun tidak pernah mengharapkamu kembali lagi. Setidaknya saat ini aku sudah berhasil untuk pernah lagi menginginkannya. Terima kasih karena pernah datang sebagai pengingat bahwa tak ada hal yang bisa benar-benar tinggal selamanya. Bahwa selalu ada waktunya sesuatu mendapatkan gilirannya untuk pergi, agar kehadiran yang jauh lebih baik memiliki ruang untuk datang. Aku tidak pernah lagi mencoba untuk melupakanmu, karena kehadiranmu sekarang sudah tidak lagi berarti apa-apa di dalam hatiku. Mengingatmu tidak lagi menjadi masalah. an merindukanmu buka lagi menjadi hal yang ingin aku lakukan. Aku pernah mengenalmu dan itu pernah terjadi. Tidak lebih dan tidak kurang.

Aku tidak pernah mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku pun masih jadi seseorang yang mendoakan segala yang terbaik untuk bisa terjadi di dalam hidupmu. Tapi aku, sudah tidak lagi peduli pada apa-apa yang sedang kamu alami. Karena kamu bukan lagi apa-apa bagiku.

By "RA" 12/11/2016
Baca selengkapnya

MENGINGATMU DALAM RANGKA MELUPAKANMU

Aku masih terus merindukanmu. Walau setiap kali melakukannya selalu saja ruas di sela-sela hatiku menyempit, aku tetap suka melakukannya. Bagiku, rasa sakit itu selalu seimbang dengan apa yang aku ingat tentang dirimu -- tentang kita. Mungkin untuk sebagian orang, mengingat seseorang yang sudah jauh melupakan kita lebih dulu adalah sesuatu yang sia-sia. Tetapi tidak bagiku, bila itu kamu yang ku ingat.

MENGINGATMU DALAM RANGKA MELUPAKANMU

Aku masih terus merindukanmu. Walau setiap kali melakukannya selalu saja ruas di sela-sela hatiku menyempit, aku tetap suka melakukannya. Bagiku, mendoakan kebahagiaanmu dengannya berarti mendoakan kebahagiaanmu yang utuh. Aku sudah sepenuhnya tahu bahwa kamu tidak lagi bisa berjalan bersamaku, bahwa langkah kita sudah mengarah ke tepian yang berbeda. Kamu tahu aku sangat kuat untuk menahan setiap rindu ini agar tidak sampai ke padamu, lalu memberatkan langkahmu bersamanya. Itu tidak akan pernah mungkin aku lakukan. Maka biarkan aku berkabung lebih lama, biarkan aku menikmati berbagai hal baik yang pernah kita lalui bersama-sama hingga hatiku menganga dan kamu pun bisa menghilang sempurna.

Kita adalah dua orang yang pernah saling mengenal dengan baik. Segala keburukan yang ada di setiap masing-masing kita selalu terbuka begitu saja untuk dipeluk. Aku selalu bisa semakin menyayangimu, bahkan dalam kemarahanmu yang paling pekat. Kamu mengajarkanku banyak hal tentang mengalah, tentang meredam egoku sendiri, tentang mampu seketika berbahagia hanya karena melihat senyummu. Isn't that magic?

Tentu saja aku menulis ini dalam rangka merindukanmu. Tidak lebih dan tidak perlu dikurangi apa-apa. Apakah kamu ingat saat dulu aku bertanya padamu, tentang hal apa yang paling tidak kamu sukai dari diriku? Lalu kamu menjawab "saat kamu berpikir tentang hal apa yang tidak aku sukai dari dirimu". Kemudian aku tertawa dan kamu tidak ikut tertawa. Kamu bilang "Aku serius, Aku tidak suka kamu memikirkan hal yang membuatmu bertanya-tanya tentang kekurangan dirimu sendiri. Sayangi aku saja terus dan berhentilah memikirkan hal-hal seperti itu". Aku tahu saat itu kami hampir marah padaku. Namun, karena setelahnya aku memelukmu begitu erat. Kamu meredamnya. Cinta selalu mampu meredam segala hal yang menyakitkan. Kamu membuatku mempercayainya.

Aku juga rindu menghadapi kelemahanmu. Aku harap dia yang sedang ada di sisimu saaat ini, selalu kuat untuk menguatkanmu. Aku harap tidak ada lagi mimpi buruk yang datang dan memelukmu dalam terjaga yang tak juga reda. Kalaupun itu terjadi, aku harap dia selalu bersedia menemanimu berbicara hingga pagi menyapa. Sungguh, aku harap dia bisa  melengkapimu melebihi inginmu sendiri.

Siapa pun boleh menganggap ini bodoh. Namun, setiap manusia punya caranya masing-masing untuk membereskan luka yang sedang mereka derita. Aku hanya lebih suka mengingatmu lebih lama, sebelum akhirnya aku tidak mampu melakukannya lagi. Karena bagaimanapun, waktu selalu mampu menghapus siapa saja yang sudah tidak lagi menjadi bagian dari waktu itu sendiri. Aku mengingatmu hari ini, dalam rangka melupakanmu selamanya esok.

Biarkan aku melakukannya selagi aku bisa, izinkan aku melupakanmu saat aku mau. Aku berjanji bahwa tidak ada satu pun dari kalimat ini yang kelak sampai ke kedua matamu yang selalu jadi lingkaran favoritku di dunia ini. Jagalah dirimu baik-baik dimanapun kamu berada, sayangku.

By "RA" 11/11/2016
Baca selengkapnya

SEJUTA ALASAN TAK AKAN PERNAH CUKUP

Aku punya sejuta alasan untuk berhenti memikirkanmu. Namun, aku pun memunculkan jutaan alasan lain untuk mengingatmu kembali. Aku tahu bahwa selama ini kamu tidak pernah benar-benar mencintaiku, di saat kamu adalah seluruh yang pernah aku upayakan untuk bertahan. Aku tahu bahwa bagimu aku tidaklah lebih dari pengisi waktumu yang kosong, di saat kamu adalah seluruh yang selalu aku pinta pada Tuhan.


Aku tidak punya alasan untuk membuatmu berdiri sebagai pihak yang benar, tetapi aku selalu mampu dengan mudahnya menyalahkan diriku sendiri atas janji yang tidak kamu tepati. Aku tidak punya alasan untuk memberimu kesempatan maaf, tetapi aku justru selalu lebih sulit memaafkan diriku sendiri karena pernah membiarkanmu menyakitiku.

Aku tidak pernah memintamu untuk datang, tetapi kamu pergi membawa seluruh yang aku miliki untuk tetap bertahan menjadi diriku sendiri. Kamu adalah luka yang tak juga mampu terlupa. Kamu adalah tangis yang belum juga bosan mengiris. Kamu membuat esokku berhenti di kemarin dan tak pernah mamu beranjak kemana-mana. Kamu mampu membua segala yang berwarna-warni menjadi tidak menarik lagi.

Dan, bagian terburuk dari semuanya adalah kamu mampu membuatku terus bertanya-tanya, hal apa yang sudah salah mengalir di dalam diriku sehingga aku pantas dilupaka dengan cara yang begitu buruk. Kamu berhasil membuatku terus meyakini bahwa tidak akan pernah ada seseorang yang mampu menerima segala kekuranganku sebagai manusia karena kamu saja tidak bersedia.

Bagaimana aku bisa merasa kalau kamu adalah hal terbaik untuk dicintai dengan sungguh-sungguh sampai segalanya benar-benar berhenti berputar.

Bagaimana aku bisa dengan suka cita menyayangimu tanpa sempat berpikir, bahwa tentu saja kamu selalu memiliki pilihan untuk tidak menyayangiku lagi di kemudian hari.

Kamu adalah waktu dan aku adalah jam rusak. Aku berhenti tetapi terus menunjuk padamu.

By "RA" 09/11/2016
Baca selengkapnya

TUHAN SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK

Terkadang hidup memang tidak mudah untuk dijalani. Hari-hari ketika kita merasa Tuhan tidak mendengar doa kita, padahal sesungguhnya Dia selalu mendengarkannya dengan baik. Bedanya, Tuhan hanya memberi yang terbaik, tetapi diri kita tidak jarang hanya menginginkan yang sepertinya terlihat baik. Manusia hobi sekali memenuhi kepalanya dengan prasangka, dengan kekhawatiran akan sesuatu yang belum terjadi. Lalu menghabiskan sebagian besar waktunya untuk ketakutan, bukan lantas menikmati setiap detik dari hidupnya untuk menjalani kejutan-kejutan yang sudah dipersiapkan takdir.


Tentu saja kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, kalau kita bisa selalu mendapatkannya. Percayalah hidup tidak lagi menarik untuk dijalani. Hanya segala yang baik yang terjadi, hanya mampu bahagia saja, tidak pernah dikecewakan oleh apa-apa, selalu dicintai kembali oleh siapa pun. What a boring life I guess. Bagaimana kita tahu bahwa kebahagiaan adalah hal yang pantas untuk diperjuangkan, bila kita tidak pernah sekali pun bersedih atas sesuatu? Bagaimana kita tahu bahwa kesetiaan adalah hal yang sudah semestinya kamu beri kepada dia yang kita cintai, bila sebelumnya kita tidak pernah menelan sekali pun janji yang diingkari?

Aku tidak pernah tahu apa yang kamu cita-citakan, tetapi kalau aku boleh bercerita tentang cita-citaku, aku selalu berharap bahwa aku bisa kembali terlahir jadi diriku sendiri. Aku tidak pernah ingin menukar setiap luka yang pernah aku terima, bila aku hanya ingin lebih bahagia dari aku yang sekarang. Setiap waktu yang sudah aku lewati sampai usiaku dua puluh enam, adalah waktu yang membentukku menjadi aku yang sekarang. Dan perlu kamu ketahui, bahwa menjadi aku yang sekarang bukanlah hal yang sepele, itu kenapa keberadaanku selalu menjadi penting bagi diriku sendiri. Aku bukanlah sesuatu yang bisa kamu pandang sebelah mata, keberadaanku bukanlah sesuatu yang bisa kamu sisihkan begitu saja. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena orang pertama yang bisa mengajarkanmu bagaimana cara mencintaiku  dengan baik, adalah diriku sendiri.

Sehingga bila ada seseorang yang tidak mencintaiku dengan semestinya itu menjadi tanggung jawabku sepenuhnya. Aku yang membiarkan hal itu terjadi, dan aku adalah orang pertama yang patut untuk disalahkan. Aku selalu bertanggung jawab atas segala yang pernah terjadi dalam hidupku, karena di usia ini adalah hadiah yang sudah Tuhan berikan untukku. Hanya ada satu manusia yang terlahir menjadi diriku. Memiliki kakak, seperti ke-lima kakakku. Dan memiliki hati, seperti yang tumbuh di dalam ragaku ini. Aku yang merawatnya, aku yang mengisinya, aku yang sepenuhnya diriku adalah hal terbaik yang bisa aku miliki. Dan aku bersyukur atasnya.

Sehingga bila ada yang memperlakukan diriku dengan tidak semestinya, aku adalah orang pertama yang akan menuntut keadilan. Sehingga bila ada hati yang menyakitiku dengan sesuka hati, maka aku adalah orang pertama yang akan berdiri untuk pergi. Sehingga bila ada seseorang yang datang meninggalkan luka, maka aku adalah orang pertama yang akan berdiri untuk menemukan kesembuhan. Diriku adalah orang pertama yang akan berdiri untuk melindungi diriku sendiri. Karena aku tahu, bahwa untuk setiap hal yang terjadi, adalah sebuah kesempatan baik untuk aku lewati. Mengambil pelajaran baik, dan belajar untuk sembuh dari yang tidak baik.
Baca selengkapnya

Rabu, 02 November 2016

KAMU, KITA DAN SEMESTA

Kamu, Kita dan Semesta - Kita adalah doa yang pernah dipeluk semesta, lalu mencoba untuk dihapuskan oleh sesuatu yang menyebabkan luka. Hal yang membuat aku tidak mengerti sama sekali, mengapa masih ada cara yang dilakukan seseorang untuk bahagia dengan menghancurkan perasaan orang lain. Namun satu yang harus kau tahu, sejauh apa pun kau pergi, mencoba menepis hati. Kenangan akan selalu memanggilmu kembali. Janji-janji adalah hutang. Jika tak kau penuhi ia akan menjelma menjadi kenangan yang mencarimu ke mana saja kau melangkah

KAMU, KITA DAN SEMESTA

Bagaimana pun aku tidak pernah ingin memungkiri, kau menjadi satu orang penting bagi perjalanan hidupku. Kau orang yang tak mudah untuk kulupakan. Semesta yang pernah kuperjuangkan. Tak pernah ada sesal mencintaimu, meski pedih rasanya berpisah denganmu. Kau harus tahu, jantungmu tak akan tenang saat rindu menghampirimu. Tak ada tenang saat semua kenangan pulang menagih janji-janji itu.

Kau tak akan pernah bisa lari. Pelukan yang pernah melekat pada tubuhmu adalah kesungguhan dari hati. Kau tak akan bisa membunuh rindu dengan racun apa pun. Kau akan dihantui kecemasan. Sesuatu yang akan membawamu kembali mencari. Jika hari itu telah tiba, kau tidak akan tahan dengan tahun yang berjalan membosankan. Kau membutuhkan untuk hidup. Hidup denganku adalah satu-satunya impian yang kau korbankan. Namun, tak pernah benar-benar kau relakan.

Akhirnya kau akan menyerah. Usahamu mencintai orang lain untuk menggantikanku akan kalah. Kau tak akan pernah benar-benar bisa melepaskan diri dari pelukanku. Walaupun aku yang tak pernah utuh tanpa hadirmu. Angin dan hujan, siang dan malam, tak peduli sepanjang petang dan larut malam, kau akan terus mencariku hingga bertemu. Kau ingin bahagia dalam bentuk kita, aku pun juga. Segala keegoisan orang-orang yang bersikeras memisahkan kita akan mati pada akhirnya.

By "RA" 01/11/2016
Baca selengkapnya

Selasa, 01 November 2016

KAU HANYALAH TINGGAL KENANGAN

Kau Hanyalah Tinggal Kenangan - Sudah kuperjuangkan kamu. Namun, hanya sedih yang kau tinggalkan padaku. Kupikir kita memang saling mempertahankan satu sama lain, sebelum akhirnya ternyata semua ini hanya aku yang menginginkannya. Kemudian kamu katakan tetaplah kuat tanpamu. Tetaplah menjadi orang yang teguh pada impian-impianku. Kata-kata yang kau ucapkan itu masih terngiang jelas di telingaku. Lalu, apa artinya kebersamaan ini? Jika saja akhirnya hanya aku yang merasa memiliki. Apa kau bahagia dengan cara yang membuatku tak bahagia? Apa kamu tahu bagaimana cara yang baik untuk melupakanmu? Bagian-bagian dari perjalanan kau dan aku, adalah kepingan-kepingan yang merasukan pilu.

KAU HANYALAH TINGGAL KENANGAN

Kau hempaskan segala hal yang kubangun dengan peluh dan kesungguhanku. Kau buang sesuatu yang kunamai rindu. Berat langkah kaki ini saat kau meminta segeralah pergi. Apa begini cara menepati janji-janji? Apa ini yang kau sebut usaha mempertahankan seseorang yang kau cintai? Bagian mana dari kesungguhanku yang membuatmu menjadi meragukanku. Bisakah kau beri penjelasan meski akhirnya perasaanku tetap saja kau tandaskan. Bisakah kau mencoba mengajarkan cara memahami, bagaimana menerima perasaan tetap sama saat orang yang kita cintai pergi?

Di setiap langkah pergimu kukirimkan doa agar kau dibenamkan rindu. Kelak, saat semua terasa sudah biasa. Semoga rindu tidak membuatmu menjadi gila. Cukup renungkan saja apa yang telah kutinggalkan untuk mengejar sesuatu yang kau sebut bahagia. Semoga semesta selalu menjadikan hari-hari sebagaimana mestinya. Tanamlah apa yang ingin kau tuai nanti. Jangan sedih, jika sesal yang kau urai suatu hari. Aku  belajar melepasmu pergi dari hari ke hari. Hingga suatu saat nanti, kusadari tak ada gunanya menyertakan dirimu di hidupku lagi.

Kau hanyalah benang-benang yang menyatu menjadi kenangan. Hal-hal yang melintas di pikiran sesaat kemudian pergi menghilang. Semua yang pernah kuperjuangkan tak akan kusesali. Namun, jika waktu mengutukmu kembali, sungguh itu bukan hal yang lagi kuingini. Biar saja aku yang pernah berjuang sendiri. Kini dengan segala hal yang kau tusukkan dengan belati, akan kubawa pergi menjauhkan diri. Lepaslah bersama rasa-rasa yang pernah menjadikan aku seseorang yang kau anggap kalah.

By "RA" 01/11/2016
Baca selengkapnya

Senin, 31 Oktober 2016

SEKOTAK KENANGAN DARIMU

Sekotak Kenangan Darimu - Ternyata masih sama saja rasanya. Begitu juga rindunya Berkali-kali aku mencoba membantah semua yang menghadirkanmu. Berkali kucoba meyakinkan diri perasaan itu tak lagi ada. Namun, rindu tetaplah rindu. Menjelma bersama mimpi dan ingatan yang melintas di kepala. Mengacaukan pikiran yang sedang mencoba memperbaiki dirinya. Apa tidak terlintaskah di kepalamu tentang hari-hari yang lalu? Perihal yang pernah sama-sama kita simpan dalam hati. Rahasia-rahasia yang kita ciptakan sendiri. Apa kamu lupa, kita pernah sedekat nadi tentang bahagia?

SEKOTAK KENANGAN DARIMU

Kini, mengapa aku yang harus menjawab segala tanya. Dengan tega kau hempaskan segalanya padaku. Dihantam berkali-kali tubuhku yang menabahi utuhmu. Kamu menjadi seseorang yang kejam. Membunuhku diam-diam. Kau simpan dia di balik semua kemesraan kita. Kau jadikan dia alasan pemenang saat masalah mendera kita. Adalah cara yang lebih licik untuk bahagia selain itu?

Padahal sekali kamu bermain asmara. Bagaimana  mungkin tiba-tiba saat semua yang aku perjuangkan untukmu kau campakkan begitu saja. Dan yang lucunya, ada orang ain yang dengan sombongnya mengatakan aku adalah orang yang kalah perihal cinta. Apakah bagimu cinta ini perihal siapa yang mampu merebutmu? Atau, baginya cinta adalah usaha gagah-gagahan memiliki seseorang dengan cara paksa. Dengan jalan apa saja. Termasuk jika harus menghancurkan perasaan dan kebahagiaan yang aku punya.

Cinta memang buta, katanya. Namun bukan begitu juga seharusnya. Tetapi mau tidak mau aku akan belajar menerima. Kutelan segala kepahitan yang kau siramkan di tenggorokanku. Kulumat segala pilu yang kau oleskan di pelopak mataku. Semoga pedih dan segala hal yang butuh waktu pulih ini tidak menyerangmu suatu hari nanti. Kini aku sulit membedakan antara cinta dan benci yang menghampiri. Kamu sudah menjadi pisau yang menikam dadaku. Jika kelak kau punya waktu luang, kukirimkan kau sekotak kenangan. Juga beberapa pertanyaan ringan. Apa kabar kamu disana? Baik-baikkah harimu dengannya?

By "RA" 31/10/2016
Baca selengkapnya

Minggu, 30 Oktober 2016

MELUPAKANMU JALAN YANG KUTEMPUH SENDIRI

Melupakanmu Jalan Yang Kutempuh Sendiri - Tidak semua orang benar-benar berani melepaskan meski sudah dibunuh paksa hatinya. Kamu seseorang yang membawa diriku pergi. Semoga kamu bahagia dengan segala hal yang sudah kamu buat luka. Semoga langkah baik selalu menyertaimu. Maaf, untuk beberapa hal yang kamu rusak dari hidupku tak pernah kurelakan untukmu. Aku tidak bisa melupakan begitu saja. Jika nanti, semesta bercanda dan mempertemukan kita lagi. Segeralah menghindar, sebab bagiku kamu tidak lagi sesuatu yang menarik meski rindu tak sepenuhnya memudar.

MELUPAKANMU JALAN YANG KUTEMPUH SENDIRI

Kamu seharusnya tahu, menyakiti seseorang beresiko dilupakan sampai akhir hayat. Jika kita bertemu lagi, berpura-puralah tidak pernah saling melengkapi. Sebab setelah pergimu, luka di hatiku terasa  lengkap dan tergenapi. Aku pernah begitu sabar berjuang sepenuh hati. Tanpa menyadari separuh dadaku kamu tusuk belati. Kamu tikam terlalu dalam hingga aku tak mampu bangkit dan tenggelam bersama rasa sakit. Lama aku gemetar bertahan sendiri. Sebab cintaku padamu teramat sulit kuingkari.

Aku kehilangan diriku begitu lama. Menjadi asing dengan hal-hal yang kupunya. Aku tidak benar-benar mampu menerima bahwa kamu tidak lagi mengenalku. Apakah tidak pernah terlintas di benakmu, akulah orang yang paling jatuh cinta di matamu. Akulah yang terlalu rapuh saat harus kehilanganmu. Mengapa kamu memilih pergi dan membawa diriku tanpa permisi. Hingga kini aku butuh waktu yang lama untuk mengenai diriku seperti semula.

Pernahkah kamu belajar memahami? Bahwa melupakanmu adalah jalan panjang berlubang yang harus kutempuh sendiri. Aku harus melangkah pelan-pelan, agar tak jatuh dan tetap bisa sampai ke tujuan. Itulah alasan sederhana aku tidak ingin lagi bertatapan dengan matamu di hari depan. Aku takut, aku jatuh lagi pada lubang yang sama, dengan luka yang sama. Rasa sedih ini butuh waktu yang panjang untuk pulih kembali. Tetaplah menjauh agar hidupku bisa kujalani dengan seharusnya lagi.

By "RA" 30/10/2016
Baca selengkapnya

Sabtu, 29 Oktober 2016

SESEORANG YANG MENCEMASKANMU

Seseorang Yang Mencemaskanmu - Hal yang akhirnya aku mengerti, perihal mencintai dan dicintai, hanyalah tentang siapa yang memilih bertahan bersamamu. Sejak kemarin dadaku kembali berdebar tak menentu. Aku kembali cemas tetapi tak mengerti apa yang sedang ku cemaskan. Andai bisa memilih suasana hati, aku ingin merasakan hal yang tenang saja. Bukan merasakan perihal seperti ini. Di dalam pikiranku tak pernah lepas dari pertanyaan bagaimana keadaanmu disana? Apakah semuanya baik-baik saja? Apakah semuanya masih menjadi seharusnya? Aku benar-benar tidak bisa tenang, meski aku mencoba untuk tidak peduli. Namun, perasaan di hati tak bisa aku bohongi. Aku seolah tak mampu mengendalikan diriku.

SESEORANG YANG MENCEMASKANMU

Namun, Aku sadar kau sedang berusaha melupakanku atau mungkin kau sudah melupakanku. Kau sedang belajar melupakan hal-hal yang selalu kita ingat. Kau sedang belajar membunuh perasaan yang tetap bertahan di hatimu. Kau sedang mengkhianati dirimu sendiri. Mencoba menyangkal hal-hal yang masih membenam di dadamu. Aku tahu siapa kamu, aku merasakan sedih yang menggelayuti matamu. Kau mengorbankan dirimu untuk sesuatu yang kau anggap balas jasa. Padahal kau sebenarnya tahu balas jasa tidak selalu harus begitu. Pernikahan bukanlah satu-satunya kebahagiaan. Kebahagiaan itu dikerjakan... dibangun... dari satu keputusan ke keputusan yang lain, dari satu pilihan ke pilihan yang lebih baik. Maafkan aku yang juga tak pernah melupakanmu. Seseorang yang masih saja mencemaskan keadaanmu.

Aku bahkan tak pernah bisa merelakanmu. Akulah seseorang yang tak ikhlas kau bersama orang lain. Sebab aku tahu perasaanmu dan perasaanku bukan hal yang harus dikorbankan. Namun, kau terlalu cepat menyerah. Katamu, kau tak sekuat aku menghadapi hidup. Sementara kau belum menjalani sepenuhnya bersamaku. Bagaimana mungkin kau menyangkal hal-hal yang dulu kau percaya. Aku mengenal siapa kamu. Kau bukan seseorang yang lemah seperti itu. Hanya saja beberapa hal ini di dunia ini memang terlihat menakutkan, dan kau mungkin ketakutan akan hal itu.

Aku akan berusaha untuk terlihat baik-baik saja, Sayangku. Rasa sedih ini biarlah kutenangkan dengan segala hal pedih. Aku hanya sedang mencemaskanmu. Aku sungguh tidak bisa membayangkan kau menjadi orang yang tidak kucintai lagi. Sudah terlalu dalam perasaan yang kita tanam. Sudah tumbuh dan rimbun hingga aku tak tahu cara yang baik untuk mencabutnya. Aku tak yakin bisa menangkan diri jika kau benar-benar lepas pergi. Andai bisa memilih, aku lebih suka berdebat denganmu. Perihal siapa yang benar dan yang salah di antara kita. Aku sungguh tidak suka tidak mendapati kabarmu. Semuanya terasa lebih menyakitkan, saat kau mencoba benar-benar menghilang. Sementara kita tahu, kau dan aku masih saling menyimpan diri dalam ruang hati. Percuma kita saling bunuh, jika setiap tusuk pisau dan angin di dada selalu mampu membuat rindu baru tumbuh.

By "RA" 29/10/2016
Baca selengkapnya

Selasa, 25 Oktober 2016

INGATAN TENTANGMU MASIH ADA

Ingatan Tentangmu Masih Ada - Kamu mungkin sudah lupa hari-hari penting yang pernah kita lalui. Jalan-jalan yang pernah kita tempuh. Atau semua kenangan-kenangan yang pernah membuat kita merasa benar-benar utuh. Namun, bagiku tetap saja sama. Semua kehilangan masih saja menjadi hal yang aku miliki. Hal-hal yang tak pernah bisa lepas, meski bagimu semuanya mungkin sudah kandas. Hari-hari itu masih saja terulang di kepalaku. Di tanggal-tanggal yang sama, di suasana pagi dan senja yang sama, di setiap hembusan udara yang tak mampu membuat rindu reda.

INGATAN TENTANGMU MASIH ADA

Kamu barangkali merasa semuanya sudah biasa saja. Semua kisah yang pernah kita lalui seolah usai sudah segalanya. Namun bagiku, tak ada yang benar-benar selesai. Perasaan padamu tak pernah benar-benar usai. Kau membenam di dadaku. Menjadi hal-hal yang tetap hidup bersama langkah-langkahku. Terbawa ke mana saja kaki berjalan. Menetap di mana arah mataku menatap. Segala tentangmu masih menjadi hal-hal yang tak mampu ditukar dengan kisah lain hidupku.

Berkali-kali aku menguatkan diri sendiri. Mencoba melakukan apa saja yang kau lakukan untuk membunuh perasaan kita. Menenangkan hati dengan mendatangi tempat-tempat baru. Namun, hari-hari yang pernah singgah, menyisakan ingatan-ingatan yang menjagamu dengan betah. Kian membenamkan hingga tenggelam tak terhindarkan.

Katanya, hidup adalah pilihan. Tetapi kenapa aku tidak bisa memilih untuk tetap membuatmu bersama denganku? Kenapa justru langkah-langkah membawamu pergi? Bahkan saat hari-hari yang pernah terjadi masih teringat jelas di kepalaku. Membekas dan tak pernah bersedia disebut masa lalu. hari-hari yang berjalan mengiringi ke mana saja aku berlari. Yang mengingatkan bahwa pada tanggal-tanggal tertentu kita selalu melakukan ritual untuk menenangkan rindu.

By “RA” 25/10/2016
Baca selengkapnya