Aku masih terus merindukanmu. Walau setiap kali melakukannya selalu saja ruas di sela-sela hatiku menyempit, aku tetap suka melakukannya. Bagiku, rasa sakit itu selalu seimbang dengan apa yang aku ingat tentang dirimu -- tentang kita. Mungkin untuk sebagian orang, mengingat seseorang yang sudah jauh melupakan kita lebih dulu adalah sesuatu yang sia-sia. Tetapi tidak bagiku, bila itu kamu yang ku ingat.

Aku masih terus merindukanmu. Walau setiap kali melakukannya selalu saja ruas di sela-sela hatiku menyempit, aku tetap suka melakukannya. Bagiku, mendoakan kebahagiaanmu dengannya berarti mendoakan kebahagiaanmu yang utuh. Aku sudah sepenuhnya tahu bahwa kamu tidak lagi bisa berjalan bersamaku, bahwa langkah kita sudah mengarah ke tepian yang berbeda. Kamu tahu aku sangat kuat untuk menahan setiap rindu ini agar tidak sampai ke padamu, lalu memberatkan langkahmu bersamanya. Itu tidak akan pernah mungkin aku lakukan. Maka biarkan aku berkabung lebih lama, biarkan aku menikmati berbagai hal baik yang pernah kita lalui bersama-sama hingga hatiku menganga dan kamu pun bisa menghilang sempurna.
Kita adalah dua orang yang pernah saling mengenal dengan baik. Segala keburukan yang ada di setiap masing-masing kita selalu terbuka begitu saja untuk dipeluk. Aku selalu bisa semakin menyayangimu, bahkan dalam kemarahanmu yang paling pekat. Kamu mengajarkanku banyak hal tentang mengalah, tentang meredam egoku sendiri, tentang mampu seketika berbahagia hanya karena melihat senyummu. Isn't that magic?
Tentu saja aku menulis ini dalam rangka merindukanmu. Tidak lebih dan tidak perlu dikurangi apa-apa. Apakah kamu ingat saat dulu aku bertanya padamu, tentang hal apa yang paling tidak kamu sukai dari diriku? Lalu kamu menjawab "saat kamu berpikir tentang hal apa yang tidak aku sukai dari dirimu". Kemudian aku tertawa dan kamu tidak ikut tertawa. Kamu bilang "Aku serius, Aku tidak suka kamu memikirkan hal yang membuatmu bertanya-tanya tentang kekurangan dirimu sendiri. Sayangi aku saja terus dan berhentilah memikirkan hal-hal seperti itu". Aku tahu saat itu kami hampir marah padaku. Namun, karena setelahnya aku memelukmu begitu erat. Kamu meredamnya. Cinta selalu mampu meredam segala hal yang menyakitkan. Kamu membuatku mempercayainya.
Aku juga rindu menghadapi kelemahanmu. Aku harap dia yang sedang ada di sisimu saaat ini, selalu kuat untuk menguatkanmu. Aku harap tidak ada lagi mimpi buruk yang datang dan memelukmu dalam terjaga yang tak juga reda. Kalaupun itu terjadi, aku harap dia selalu bersedia menemanimu berbicara hingga pagi menyapa. Sungguh, aku harap dia bisa melengkapimu melebihi inginmu sendiri.
Siapa pun boleh menganggap ini bodoh. Namun, setiap manusia punya caranya masing-masing untuk membereskan luka yang sedang mereka derita. Aku hanya lebih suka mengingatmu lebih lama, sebelum akhirnya aku tidak mampu melakukannya lagi. Karena bagaimanapun, waktu selalu mampu menghapus siapa saja yang sudah tidak lagi menjadi bagian dari waktu itu sendiri. Aku mengingatmu hari ini, dalam rangka melupakanmu selamanya esok.
Biarkan aku melakukannya selagi aku bisa, izinkan aku melupakanmu saat aku mau. Aku berjanji bahwa tidak ada satu pun dari kalimat ini yang kelak sampai ke kedua matamu yang selalu jadi lingkaran favoritku di dunia ini. Jagalah dirimu baik-baik dimanapun kamu berada, sayangku.
By "RA" 11/11/2016