Terkadang hidup memang tidak mudah untuk dijalani. Hari-hari ketika kita merasa Tuhan tidak mendengar doa kita, padahal sesungguhnya Dia selalu mendengarkannya dengan baik. Bedanya, Tuhan hanya memberi yang terbaik, tetapi diri kita tidak jarang hanya menginginkan yang sepertinya terlihat baik. Manusia hobi sekali memenuhi kepalanya dengan prasangka, dengan kekhawatiran akan sesuatu yang belum terjadi. Lalu menghabiskan sebagian besar waktunya untuk ketakutan, bukan lantas menikmati setiap detik dari hidupnya untuk menjalani kejutan-kejutan yang sudah dipersiapkan takdir.
Tentu saja kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, kalau kita bisa selalu mendapatkannya. Percayalah hidup tidak lagi menarik untuk dijalani. Hanya segala yang baik yang terjadi, hanya mampu bahagia saja, tidak pernah dikecewakan oleh apa-apa, selalu dicintai kembali oleh siapa pun. What a boring life I guess. Bagaimana kita tahu bahwa kebahagiaan adalah hal yang pantas untuk diperjuangkan, bila kita tidak pernah sekali pun bersedih atas sesuatu? Bagaimana kita tahu bahwa kesetiaan adalah hal yang sudah semestinya kamu beri kepada dia yang kita cintai, bila sebelumnya kita tidak pernah menelan sekali pun janji yang diingkari?
Aku tidak pernah tahu apa yang kamu cita-citakan, tetapi kalau aku boleh bercerita tentang cita-citaku, aku selalu berharap bahwa aku bisa kembali terlahir jadi diriku sendiri. Aku tidak pernah ingin menukar setiap luka yang pernah aku terima, bila aku hanya ingin lebih bahagia dari aku yang sekarang. Setiap waktu yang sudah aku lewati sampai usiaku dua puluh enam, adalah waktu yang membentukku menjadi aku yang sekarang. Dan perlu kamu ketahui, bahwa menjadi aku yang sekarang bukanlah hal yang sepele, itu kenapa keberadaanku selalu menjadi penting bagi diriku sendiri. Aku bukanlah sesuatu yang bisa kamu pandang sebelah mata, keberadaanku bukanlah sesuatu yang bisa kamu sisihkan begitu saja. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena orang pertama yang bisa mengajarkanmu bagaimana cara mencintaiku dengan baik, adalah diriku sendiri.
Sehingga bila ada seseorang yang tidak mencintaiku dengan semestinya itu menjadi tanggung jawabku sepenuhnya. Aku yang membiarkan hal itu terjadi, dan aku adalah orang pertama yang patut untuk disalahkan. Aku selalu bertanggung jawab atas segala yang pernah terjadi dalam hidupku, karena di usia ini adalah hadiah yang sudah Tuhan berikan untukku. Hanya ada satu manusia yang terlahir menjadi diriku. Memiliki kakak, seperti ke-lima kakakku. Dan memiliki hati, seperti yang tumbuh di dalam ragaku ini. Aku yang merawatnya, aku yang mengisinya, aku yang sepenuhnya diriku adalah hal terbaik yang bisa aku miliki. Dan aku bersyukur atasnya.
Sehingga bila ada yang memperlakukan diriku dengan tidak semestinya, aku adalah orang pertama yang akan menuntut keadilan. Sehingga bila ada hati yang menyakitiku dengan sesuka hati, maka aku adalah orang pertama yang akan berdiri untuk pergi. Sehingga bila ada seseorang yang datang meninggalkan luka, maka aku adalah orang pertama yang akan berdiri untuk menemukan kesembuhan. Diriku adalah orang pertama yang akan berdiri untuk melindungi diriku sendiri. Karena aku tahu, bahwa untuk setiap hal yang terjadi, adalah sebuah kesempatan baik untuk aku lewati. Mengambil pelajaran baik, dan belajar untuk sembuh dari yang tidak baik.
Bagikan
TUHAN SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK
4/
5
Oleh
Unknown
