Aku punya sejuta alasan untuk berhenti memikirkanmu. Namun, aku pun memunculkan jutaan alasan lain untuk mengingatmu kembali. Aku tahu bahwa selama ini kamu tidak pernah benar-benar mencintaiku, di saat kamu adalah seluruh yang pernah aku upayakan untuk bertahan. Aku tahu bahwa bagimu aku tidaklah lebih dari pengisi waktumu yang kosong, di saat kamu adalah seluruh yang selalu aku pinta pada Tuhan.

Aku tidak punya alasan untuk membuatmu berdiri sebagai pihak yang benar, tetapi aku selalu mampu dengan mudahnya menyalahkan diriku sendiri atas janji yang tidak kamu tepati. Aku tidak punya alasan untuk memberimu kesempatan maaf, tetapi aku justru selalu lebih sulit memaafkan diriku sendiri karena pernah membiarkanmu menyakitiku.
Aku tidak pernah memintamu untuk datang, tetapi kamu pergi membawa seluruh yang aku miliki untuk tetap bertahan menjadi diriku sendiri. Kamu adalah luka yang tak juga mampu terlupa. Kamu adalah tangis yang belum juga bosan mengiris. Kamu membuat esokku berhenti di kemarin dan tak pernah mamu beranjak kemana-mana. Kamu mampu membua segala yang berwarna-warni menjadi tidak menarik lagi.
Dan, bagian terburuk dari semuanya adalah kamu mampu membuatku terus bertanya-tanya, hal apa yang sudah salah mengalir di dalam diriku sehingga aku pantas dilupaka dengan cara yang begitu buruk. Kamu berhasil membuatku terus meyakini bahwa tidak akan pernah ada seseorang yang mampu menerima segala kekuranganku sebagai manusia karena kamu saja tidak bersedia.
Bagaimana aku bisa merasa kalau kamu adalah hal terbaik untuk dicintai dengan sungguh-sungguh sampai segalanya benar-benar berhenti berputar.
Bagaimana aku bisa dengan suka cita menyayangimu tanpa sempat berpikir, bahwa tentu saja kamu selalu memiliki pilihan untuk tidak menyayangiku lagi di kemudian hari.
Kamu adalah waktu dan aku adalah jam rusak. Aku berhenti tetapi terus menunjuk padamu.
By "RA" 09/11/2016
Bagikan
SEJUTA ALASAN TAK AKAN PERNAH CUKUP
4/
5
Oleh
Unknown